Tampilkan postingan dengan label #tantanganmenulissuratcinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #tantanganmenulissuratcinta. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 Desember 2015

Untukmu perempuan yang hanya sebatas angan...

Selamat malam pemilik senyum penghangat semesta, apa kabarmu di sana?
Aku harap kau baik-baik saja...
Banyak yang ingin kukatakan kepadamu, namun sayang kita berada di dimensi yang berbeda. Dimensi yang dibatasi oleh perbedaan tahta dan kasta. Jaraknya terlihat begitu dekat , namun begitu jauh nyatanya.
Taukah kau aku selalu duduk di sini?, memandangi wajah sampingmu hingga kau beranjak dari sini.
Taukah kau aku selalu berdiri di situ?, menjagamu dari jauh tapi kau tak tau itu.
Taukah kau sesederhana apa bahagiaku? Ya, bahagiamu itu bahagiaku. Sederhanakan? atau mungkin berlebihan? okelah, tak usah dipikirkan lagianpun kau tak taukan.
Cukuplah bahagia perempuanku yang hanya sebatas angan....
Tertanda
Stalkermu

Selasa, 19 Mei 2015

Untuk si Lucu Sang Pemuja Gengsi......

Dear gadis riang pemelihara gengsi.....

Apa kabarmu cantik? masihkah aku membuatmu melirik? ataukah kau masih tetap menghamba pada gengsi yang cukup pelik?

Terlalu banyak pertanyaan yang kurasa cukup menarik seperti halnya api yang keluar dari pemantik. Apakah aku ini pemantik, dan kau apinya? Apakah harus memantikkan kata agar kau bisa tetap menyapa?

Ketahuilah cantik, kau itu gadis yang lucu. Hal itulah yang membuatku tertarik padamu. Tapi ada yang kuanggap aneh dibalik tingkahmu yang cukup nyeleneh. Tak pernah menyapa jika tak tersapa, tak pernah bertanya jika tak tertanya. Tingkah setiamu terhadap gengsi itu sangat membuatku risih yang kini membuatku harus memilih, untuk tetap menyapa atau mengabaikanmu saja.

Tapi setelah kupikir-pikir, mengabaikanmu itu begitu mubasir. Karena sepertinya aku masih ingin menikmati tingkah konyolmu saat kita mulai bercengkrama walaupun aku yang harus selalu memulainya.

Tapi entahlah, apakah kau memang setia dengan gengsi yang kau puja ataukah dibalik tingkah riangmu kau hanyalah gadis pemalu saja. Kuharap kau memang gadis yang pemalu. Yang berharap kepada lelaki sepertiku, untuk menyapa lebih dulu.....



                                                                                                     


                                                                                             Tertanda





                                                       Orang yang selalu tertawa mendengar cerita konyolmu 












Kamis, 30 Oktober 2014

Untuk Perempuan Pemilik Mata Terindah.....

Dear perempuan pemilik mata terindah,

Apa kabarmu dinda? dari status-status BBM mu, kulihat sepertinya kau sedang gundah. Apa yang kau gundahkan? Bukan aku kan? Laki-laki yang sempat ingin dekat kepadamu namun perlahan-lahan menjauhimu.

Maaf kalau aku sudah tak pernah menyapamu, memberimu kabar, mendengar keluh kesahmu, dan menjadikanmu sabar. Sepertinya bukan kapasitasku lagi untuk seperti itu karena aku bukan siapa-siapamu kan, atau kau memang menganggapku siapa-siapa namun karena bodohku yang tak pernah bertanya aku ini siapa hingga siapa-siapa itu memudar begitu saja?

Pernah terpikir di kepalaku untuk menjadikanmu lebih dekat. Namun sia-sia karena sepertinya kau tak mau mendekat. Atau hanya perasaanku saja? atau memang aku yang mudah menyerah? atau aku salah menganggapmu belum bisa melupakan masa lalu? Mungkin karena itu aku mundur, karena sepertinya sia-sia saja mengejar perempuan yang masih menoleh ke belakang, ke masa lalumu. Masa lalu yang sering kau tanyakan kepadaku hanya karena aku dan masa lalumu berteman dekat, ataukah mungkin itu alasanmu datang mendekat? Ahh...kurasa tidak, maaf karena memikirkanmu yang tidak-tidak. Oke lupakan itu, biarkan saja jadi masa lalu aku akan bahas yang lain saja.

Sepertinya aku sedikit merindukanmu. Entah kenapa, mungkin karena kemarin malam aku sempat memimpikanmu. Tak usah diceritakan detail mimpi itu karena pastinya akan memakan banyak waktu. Yang jelas, di mimpiku kau terlihat sangat cantik. menatapku dengan mata indahmu yang menarik, menarik aku untuk kembali jatuh cinta kepadamu. Ahh...sudahlah, itu hanya mimpikan. Tak usah dipikirkan.Yang jelas asal kau tau, berhenti menyapamu tak berarti berhenti mendoakanmu. Semoga kau selalu bahagia.......





Tertanda




Orang yang bahagia melihatmu bahagia

Senin, 22 September 2014

Sapalah Aku Jika Kau Ada Waktu........

Dear perempuan yang pernah kupanggil sayang. Masih bolehkah aku memanggilmu sayang...? 
Kalau masih boleh, bolehkah aku menulis sambil membayangkan paras cantikmu sayang....?
Apa kabarmu sekarang....?. Sepertinya sudah lama kita tak bersua. Mungkin semenjak kau memilih untuk mendua. Tak apa, aku sudah memaafkanmu. Cukup mudah bagiku untuk melupakan kesalahan kecil itu. Jadi tak usah sungkan, sapalah aku jika kau ada waktu.

Entah kenapa malam ini aku sedikit merindukanmu. Mungkin karena aku tak sengaja melihat fotomu yang masih tersimpan diponselku. Sebenarnya ada yang ingin kutanyakan kepadamu. Bukan masalah lalu, bukan juga masalah hati. Hanya ingin bersilaturahmi, menanyakan kabarmu, ayah ibumu, adikmu, atau mungkin kekasih barumu.

Tak apakan...? atau mungkin kau masih sungkan. Berbicara denganku seperti dulu. Seperti waktu-waktu itu. Waktu yang tak bisa diputar kembali walau terkadang aku merasa ingin kembali. Kembali seperti waktu-waktu itu. Waktu yang bahkan jika bisa kuputar dengan tanganku namun percuma saja jika tanganmu tak ikut memutarnya.

Maaf aku berkata seperti itu, aku hanya sedikit kesal. Atau mungkin sedikit menyesal. Menyesal karena tak menjagamu dengan baik sampai kau memilih orang yang lebih baik. Ya sudah, semua sudah terjadikan...? Jadi tak apakan aku sedikit menyapamu jika kita bertemu. Kaupun begitukan...? Tak usah sungkan akan aku. Sapalah aku jika kau ada waktu.........




Tertanda


orang yang pernah singgah sebentar di hidupmu